[email protected] +96 125 554 24 5
Sec Bottom Mockup
Blog Detail Image 1

PPG Insan Unggul Naungan LDII Gelar Festival Anak Sholeh 2025

Serang (23/12). Penggerak Pembina Generus (PPG) Insan Unggul naungan DPD LDII Kabupaten Serang menyelenggarakan Festival Anak Sholeh (FAS) 2025. Ajang event tahunan tersebut untuk mengevaluasi perkembangan pendidikan generasi penerus LDII.

Kegiatan yang menargetkan anak usia PAUD, SD dan SMP ini berlangsung di GSG DPD LDII Kabupaten Serang dan Gedung LDII Banten pada Minggu, (21/12/2025).

Dalam pembukaannya, Sigit Prasetyo menegaskan pentingnya ilmu agama sebagai pondasi hidup generus untuk menjadi mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa setelah menjadi mahasiswa generus harus ingat bahwa ibadah dan kedekatan kepada Allah menjadi penopang dalam menempuh pendidikan tinggi.

“Kemampuan sebesar apapun akan tidak mungkin berhasil tanpa pertolongan Allah. Ibadah harus jadi prioritas,” ucapnya. Ia juga menyinggung pentingnya memilih lingkungan pertemanan yang baik, karena karakter seseorang banyak dibentuk oleh kedekatan sehari-hari.

Sigit Prasetyo menambahkan pesan agar Generus ketika sudah menjadi mahasiswa supaya berhati-hati terhadap pengaruh negatif pergaulan. Ia menyebut godaan dunia dan lingkungan yang tidak sehat dapat mengikis karakter dan fokus belajar. “Pengaruh buruk datangnya halus. Sedikit demi sedikit, seseorang bisa terbiasa pada hal yang salah,” ujarnya dalam sesi pembukaan. Menurutnya, pembinaan karakter menjadi salah satu alasan LDII terus mendorong kegiatan edukatif bagi generasi mudanya.

Ketua panitia FAS 2025, Sigit Prasetyo, menjelaskan bahwa kegiatan diikuti sekitar 400 peserta dari seluruh TPQ LDII di wilayah Kabupaten Serang dan Cilegon. Ia menilai antusiasme peserta dan dukungan orang tua meningkat dibanding gelaran sebelumnya.

“Kami melihat generasi penerus semakin percaya diri mengikuti kompetisi. Panitia yang berjumlah lebih dari 30 orang bersama 20 dewan juri berusaha memberikan arena berkompetisi yang edukatif dan adil,” ujarnya.

Ia menambahkan, cabang perlombaan meliputi adzan-ikomah, mewarnai, hafalan Al-Qur’an, pildacil, mars 29 karakter, MUA atau tata rias, kabaret, short movie dan lomba cerdas cermat. Pembina PPG Insan Unggul, Dawud Nurhasan, menilai FAS sudah berkembang menjadi ruang pertumbuhan karakter. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara yang menjaga kualitas kegiatan dari tahun ke tahun.

“FAS bukan sekadar lomba, tetapi ruang pembiasaan moral anak. Kami ingin peserta memahami adab, kemandirian, serta disiplin yang kelak menguatkan fondasi perjalanan mereka sebagai generasi penerus,” tuturnya.

Dawud juga menyebut 29 karakter generus LDII merupakan formula pendidikan yang dirancang agar anak-anak memiliki akhlak yang kuat sekaligus kompetensi masa depan.

Menurutnya, karakter seperti jujur, rukun, kerja keras, cerdas, serta bertanggung jawab perlu ditanamkan sejak dini, “Kompetisi ini hanya pintu awal. Yang lebih penting ialah bagaimana para orang tua dan pendidik terus menguatkan karakter tersebut dalam keseharian anak-anak,” katanya.

“LDII melihat pendidikan karakter sebagai investasi jangka panjang. FAS mengajarkan anak untuk berkompetisi tanpa saling menjatuhkan, belajar dengan gembira, serta mengembangkan kecintaan pada Al-Qur’an,” ucapnya.

kabid menambahkan, generasi unggul tidak lahir dari kemampuan akademik saja, tetapi dari sikap mental yang stabil, kemampuan bekerja sama, serta kemauan memperbaiki diri, “LDII terus mendorong TPQ dan guru pembina menciptakan pola pendidikan yang sehat. Anak-anak perlu dukungan lingkungan yang kondusif agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak dan berprestasi. LDII berkomitmen memperkuat ekosistem ini,” tutupnya.

FAS 2025 diharapkan dapat menjadi wadah bagi generasi penerus LDII untuk menunjukkan kemampuan dan bakat mereka, serta meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di lingkungan LDII.